Artikel

Jurus Sukses Berkarir Sebagai PNS

    Dibaca 14072 kali

Jurus Sukses Berkarir Sebagai PNS

Oleh : Dani Ramdan (Kepala bidang Pengembangan Karir BKD Prov. Jabar)

 

Pendahuluan

Kalau kita menanyakan kepada masyarakat mengenai citra/kesan mengenai PNS, sebagian masih menilai bahwa PNS sama dengan citra birokrasi yakni : kesannya lamban/malas, cara kerjanya bertele-tele, tidak produktif, tidak melayani/tidak ramah, bahkan seringkali dunia PNS identik dengan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Padahal tentu tidak semua PNS berperilaku seperti itu, banyak juga PNS yang rajin, kreatif, penuh dedikasi dan berprstasi.

 

Mengapa hal itu bisa terjadi ?Biasanya jika kita bertanya mengapa citra mengenai PNS masih kurang posistif, jawabannya adalah : karena lemahnya sistem reward & punissment atau insentif & disinsentif, lemahnya sistem rekrutmen, kurangnya jelasnya pola pengembangan karir, lemahnya cappacity buliding, dan ada pula yang menyalahkan rendahnya tingkat kesejahteraan PNS.

Namun jika kita perhatikan jawaban-jawaban tersebut meskipun tidak salah tetapi cenderung menyalahkan orang lain (the enemy is out of there).

Jika melihat kedalam diri sendiri (instropeksi diri), citra atau kinerja PNS sesungguhnya tergantung dari 3 aspek pokok, yaitu :

1.    Kemauan (kadaek)

2.    Pengetahuan (kanyaho)

3.    Kemampuan (kabisa)

Kemauan (kadaek) adalah unsur paling dalam dan paling pokok, karena tanpa adanya kemauan seoarang PNS yang memiliki pengetahuan dan kemampuan juga tidak akan berbuat apa-apa. Tetapi kemauan saja tidak cukup, harus ditunjang oleh pengetahuan yang memadai agar bisa berbuat/bekerja secara benar dan efektif. Disamping memiliki kemauan dan pengetahuan, untuk menjadi PNS yang sukses harus juga memilki kemampuan, yakni keterampilan/kecakapan/keahlian atau kabisa.

Pengetahuan dan kemampuan ditempatkan setelah kemauan karena jika ada kemauan yang kuat, syarat pengetahuan dan kemampuan itu bisa menyusul atau dibentuk sambil berjalan. Jangan sampai karena alasan belum memiliki pengetahuan dan kemampuan seorang PNS akhirnya menjadi stagnan alias tidak melakukan apapun dalam karirnya.

Jika digambarkan posisi kemauan, pengetahuan dan kemampuan adalah seperti di bawah ini :

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana untuk membangkitkan kemauan PNS ?

 

·         Kemauan atau kadaek seorang PNS akan sangat tergantung kepada motivasinya.

·         Dalam istilah lain kemauan atau motivasi itu juga dikenal dengan istilah niat, atau tekad.

·         Dalam ajaran agama kedudukan niat itu sangat penting bahkan menentukan. Karena nilai suatu amal itu tergantung niatnya. Dengan kata lain suatu amal akan dicatat sebagai ibadah (mendapatkan reward) jika niatnya benar dan sebaliknya jika niatnya salah tidak akan dicatat sebagai ibadah.

·         Dalan ajaran lainnya dikatakan : Niat yang baik sudah dicatat sebagai satu kebaikan meskipun belum/tidak jadi dilaksanakan.

 

·         Sumber motivasi ada dua :

 

1.    Sumber Motivasi Eksternal : seperti upah/gaji, kenaikan pangkat/jabatan, fasilitas, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya.

2.    Sumber Motivasi Internal : yakni dari keyakinan/kepercayaan/keimanan (believe) terhadap nilai-nilia kehidupan tertentu (value)

·         Perbandingan antara sumber motivasi eksternal dan internal :

 

Sumber Motivasi Eksternal

Sumber Motivasi Internal

1.    Bersifat kasat mata dan ekstrinstik

1.    Bersifat abstrak dan instristik

2.    Berdampak jangka pendek/ menengah

2.  Berdampak jangka panjang dan butuh

     proses

3.    Prosesnya cepat/instan

3.  Prosesnya membutuhkan waktu

4.    Ketergantungan pada faktor luar (dependent)

4.  Mandiri (independent)

5.    Biasanya bersifat materi

5.  Biasanya bersifat imateri

 

·         Hal-hal lain yang bisa mendorong seorang PNS bisa membangun dan memelihara motivasi adalah :

a.    Kemampuan berimajinasi

b.    Orang yang imajinatif cenderung bersikap optimis

c.    Orang yang optimis  akan berani memiliki impian yang besar

d.    Impian atau cita-cita jika disusun dan dijiwai secara utuh akan melahirkan sebuah visi

e.    Niat yang benar adalah visi, yakni sesuatu yang diletakan paling awal namun paling menentukan hasil akhir.

 

·         Pesimisme menurut Ippho Santosa (penulus buku mega-bestseller, motivator dan pakar otak kanan) :

Pesimis = singkatan dari Pe-nyakit si  mis-kin

Pesimis = pengemis

 

Persamaan pesimis dan pengemis ?

-     Suka mengeluh : mengeluh gaji, bawahan mengeluhkan atasan, atasan mengeluhkan bawahan, dll

-     Suka dikasihani : kantor jauh dari rumah ingin pindah instansi, minta naik jabatan bukan karena prestasi tapi karena kasihan sudah lama jadi staf atau sudah lama di jabatan sebelumnya.

-     Menyalah-nyalahkan takdir : merasa sudah takdirnya hanya jadi staf, takdirnya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, dll

-     Menganggap dunia kejam : berpikir bahwa kesuksesan karir hanya utk orang-orang tertentu yang punya uang, punya kedekatan, keluarga pajabat, berpendidikan tinggi, dll

-     Mengganggap orang lain superior : orang lain lulusan perguruan tinggi ternama, orang lain lebih pintar, lebih berani, lebih pantas, dll

-     Mengganggap dirinya inferior : saya dari kampung, dari keluarga biasa-biasa, kurang bisa bergaul, tidak bisa berprestasi, dll

-     Tidak berani memiliki impian

 

 

Mengapa PNS harus menguasi ilmu pengetahuan dan Bagaimana agar  PNS memiliki pengetahuan yang memadai ?

 

·         Amal atau tindakan tanpa didasari pengetahuan akan menimbulkan kehancuran

·         Sebaliknya pengetahuan yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah

·         Ajaran agama menyebutkan : Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan beramal soleh  serta orang-orang yang berilmu pengetahuan.

·         Pengetahuan merupakan hasil dari sebuah porses pembelajaran (learning)

·         Pembelajaran berkesinambungan merupakan bagian yang makin penting dalam kehidupan modern

·         Organisasi zaman sekarang tidak lagi mengasihani orang yang tidak mau belajar.

·         Saat ini unsur senioritas mulai dipandang  tidak relevan. Bahkan dalam organisasi pemerintahan pun unsur kompetensi dianggap semakin penting.

·         Menurut Everette Denis (konsultan bisnis), kita perlu mempelajari banyak hal 10 kali lipat dari yang dipelajari saat di perguruan tinggi, untuk mencapai dan mempertahankan pekerjaan secara baik dan berkelanjutan. Pengetahuan-pengetahuan yang diajarkan di sekolah umumnya merupakan pengetahuan yang sudah ditemukan sehingga akan selalu ketinggalan dari perkembangan. Karena itu, sekolah hanya memberikan dasar-dasar untuk memasuki dunia nyata yang berubah secara cepat.

·         Kenali kendala/hambatan untuk belajar :

-       Alasan umur

-       Alasan imbalan (upah/gaji/pangkat/jabatan)

-       Belajar/diklat hanya karena menjalankan perintah

-       Belajar diidentikan dengan sekolah

-       Belajar hanya mengejar gelar

·         Tips agar selalu bisa belajar :

-     Manfaatkan peluang-peluang diklat/pendidikan lanjutan/seminar/dll

-     Investasikan sebagian penghasilan untuk mengikuti diklat/seminar/beli buku/dll

-     Tumbuhkan budaya membaca, baik yang terkait dengan pekerjaan, minat, maupun pengembangan diri

-     Kurangi nonton acara televisi yang tidak memberi nilai tambah

-     Tingkatkan kemampuan mendengar

-     Berlatih untuk mampu menulis (mengekspresikan pikiran dalam bentuk tulisan)

-     Berlatih untuk berkontemplasi

 

 

Bagaimana agar  PNS memiliki kemampuan yang memadai ?

 

·         Kemampuan atau kabisa analog dengan keterampilan, kecakapan, keahlian dan kompetensi

·         Untuk mengasah kemampuan, seorang PNS harus beroreintasi kepada tindakan (action oriented).

·         Untuk mencapai keberhasilan seringkali tidak cukup hanya dengan sekali action, tapi harus berkali-kali

·         Agar berhasil action perlu memiliki strategi

·         Untuk menghadap kemalasan perlu ditanamkan keberanian dan kegigihan. Keberanian untuk action, kegigihan untuk terus action

·         Jangan jadi NATO (No Action Talk Only)

·         Menurut Ippho Santosa action adalah faktor pengali. Action-lah yang membuat sesuatu menjadi kenyataan.

·         Untuk meningkatkan kemampuan : berlatih, membangun kebiasaan, disiplin, kreatif.