ASN HARUS SADAR KEDISIPLINAN

    Dibaca 469 kali

Pada hari Jum’at tanggal 22 Februari 2019 bertempat di Hotel Sultan Soreang, Kabupaten Bandung, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Kepala Bidang Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai Bapak Dr. H. Raden Iip Hidajat, M.Pd diundang untuk menjadi Narasumber dalam acara tersebut.

Dalam kesemapatan tersebut beliau memaparkan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para ASN secara umum. Point pertama yang menjadi sorotan beliau adalah posisi ASN “ Para ASN harus menyadari betul bahwa posisi para ASN dimata hukum itu sangat rapuh, Kenapa (posisi ASN) rapuh? Karena jika ASN melakukan tindak pidana terlebih pidana korupsi, para ASN akan mengalami dua hukuman, yang pertama Hukuman Pidana dan yang kedua terkena Hukuman Disiplin Pegawai,” ujarnya.

Selain itu juga beliau menekankan kepada para ASN jangan terlalu jumawa dan berharap akan dilindungi negara ketika ASN yang sudah lama mengabdi ketika melakukan tindak pidana, “jangan sekali-kali berfikir oh karena saya sudah (memiliki masa kerja) lama akan diringankan hukumannya, tidak bapak ibu sekalian semuanya tidak akan berlaku di depan hukum,” tegasnya.

Kemudian juga Bapak Kepala Bidang Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai juga membahas terkait netralitas ASN ditengah gonjang ganjingnya perhelatan politik di tengah pesta demokrasi. “dimasa (politik) seperti ini para ASN yang aktif di media sosial harus lebih hati-hati, karena ada beberapa rambu rambu yang tidak boleh dilanggar oleh para ASN seperti me-like foto caleg, selfie bareng (peserta pemilu) dan lain sebagainya, hal tersebut tertuang dalam surat edaran Menpan-RB” ujarnya. Kemudian beliau pun memberikan advice terkait langkah apa yang harus diambil jika rumah para ASN ditempeli Alat Peraga Kampanye tanpa sepengetahuan para ASN. “Kalo ada yang nempel (Alat peraga kampanye) jangan dicopot sendiri nanti bisa jadi masalah, langsung saja lapor ke Satpol PP atau Bawaslu secepatnya.”

Dan terakhir beliau berharap para ASN harus selalu mempelajari dan menghayati seluruh peraturan perundang-undangan untuk keselamatan para ASN itu sendiri “pelajari terus peraturan perundang-undangan demi keselamatan para ASN secara umum. Kita harus selalu ingat bahwa dibelakang kita ada istri dan anak yang harus kita hidupi.”