PELANTIKAN ESSELON III PEJABAT PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

    Dibaca 1857 kali

Perubahan personil dalam struktur atau yang sering disebut rotasi dan mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam sebuah organisasi, bahkan hal tersebut sudah merupakan kewajiban bagi sebuah organisasi untuk penyegaran dikarenakan kecenderungan akan kejenuhan sangat rentan untuk personil yang menduduki suatu jabatan dengan terlalu lama.

Demikian juga dengan organisasi besar yang bernama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pada hari senin tanggal 1 Juli 2019 melakukan rotasi mutasi dalam jabatan esselon III. Ada yang berbeda dalam kegiatan Rotasi Mutasi kali ini, jika yang lalu roatsi dan mutasi dilaksanakan dengan dasar yang mungkin kurang baku dan sekarang rutasi mutasi dilakukan secara lebih objektif yaitu dengan suatu alat yang bernama Peer Review. Jadi, kecenderungan akan sistem suka like and disslike yang sifatnya personal dalam hal pengisian jabatan sudah sangat dihindari.

Peer review merukan suatu perangkat penilaian untuk pegawai yang dilakukan oleh peagwai lain yang dimungkinkan berinteraksi secara langsung oleh pegawai tersebut. Jadi sekarang dilingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat setiap pegawai berhak menilai pegawai lainnya, baik itu atasan, rekan sejawat, dan juga bawahan.

Dalam acara pelantikan tersebut Gubernur Jawa Barat, Muhamad Ridwan Kamil menyampaikan pesan-pesan kepada para pejabat yang dilantik. Beliau menegaskan agar para pejabat fokus terhadap tupoksinya masing-masing  “saya ingatkan yang namanya pejabat politik hanya dua di Pemprov Jabar satu gubernur (dan) satu(nya) wakil Gubernur sisa nya tidak boleh berpolitik, kecuali lencananya mau di copot. Saya dulu PNS dosen, setelah masuk arena politik sesuai aturan lepas (jabatan PNSnya) kira kira begitu, jadi saya tidak mau bapak ibu melakukan hal hal diluar tupoksinya, merpat ke politik ini merapat kepolitik itu, saya itu melanggar etika,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga Gubernur Jawa Barat menginginkan para pejabat yang dilantik bisa menjadi motor yang menggerakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa melaju lebih kencang lagi, “Saya sebagai pimpinan mendapati mesin mobil yang bermerk (pemprov) Jawa barat ini bisa dikebut lebih cepat, selama ini sudah bergerak tapi dengan kecepatan yang menerut kami belum maksimal, ibaratnya sudah 70km/jam hal nya positif tapi sebenarnya bisa 100 km/jam,” tandasnya.

Rotasi Mutasi kali ini bersifat menyeluruh tidak lepas dengan BKD Provinsi Jawa Barat sendiri, sebagian besar pejabat esselon III terjadi penyegaran diantaranya Sekretaris Badan Kepegawaia Provinsi Jawa Barat di isi oleh Drs. Asep Sukmana, M.Si, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Disiplin Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat di isi oleh Teten Ali Mulku Engkun, Ph.D, Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat di isi oleh Tulus Arifin, S.Ip., M.Si, dan Jabatan Kepala Bidang Pengelolaan Sistem informasi kepegawaian di isi oleh Yulia Dewita, ST., MPPM.