PENGARAHAN GUBERNUR UNTUK PEJABAT ESSELON III DAN ESSELON II DI LINGKUNGAN PEMEIRNTAH PROVINSI JAWA

    Dibaca 1309 kali

 

Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil terus bergerak dengan cepat dalam membaangun Jawa Barat, termasuk dalam pembangunan Sumberdaya Aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Beberapa pekan yang lalu Pemrintah Provinsi Jawa Barat melakukan perubahan yang cukup signifikan dalam struktur organisasi esselon III, setidaknya lebih dari dua ratus esselon III Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempati jabatan baru. Hal tersebut merupakan upaya penyegaran dalam organisasi dan juga persiapan untuk melakukan pembangunan super cepat di tahun 2020, dan hari Rabu tanggal 17 Juli 2019 bertempat di BPSDM Provinsi Jawa Barat Gubernur Jawa Barat memberikan pembekalan untuk pejabat esselon III dan Esselon II.

Sebetulnya hal yang sangat bisa terjadi rotasi dan mutasi dalam sebuah organisasi sehingga tidak usah di tanggapi terlalu berlebihan, namun hal yang baru terjadi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah adanya budaya baru, yaitu budaya Peer Review, yaitu dimana pegawai bisa menilai pegawai lainnya. Jadi ASN di Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai oleh bawahan, atasan, dan rekan sejawatnya. Sehingga dalam penilaian tersebut terbagi menjadi tiga golongan yaitu golongan merah, golongan kuning, golongan hijau. Golongan merah adalah golongan yang mendapat penilaian yang kurang baik dari orang-orang sekitarnya sehingga dinilai kurang layak untuk menduduki suatum jabatan yang sedang didudukinya, sedangkan golongan kuning adalah orang orang yang dinilai ada kekurangan dalam berinteraksi dengan lingkungannya, dan orang-orang golongan hijau adalah orang-orang yang dinilai layak serta kompatibel dalam berinterasksi dengan lingkungannya.

Gubernur Jawa barat menginformasikan bahwa pada Tahun Anggaran 2020 akan diadakan anggaran tunjangan inovasi dimana tunjangan itu diperuntukan kepada ASN yang berinovasi denga isu yang aktual serta aplikatif dilakukan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hal tersebut diharapkan bisa menjadi pemicu bagi para ASN di Pemprov Jabar untuk terus berkarya dan berinovasi dalam membangun Jawa Barat “Jika ini (tunjangan inovasi) diterapkan semoga bisa menambah kesejahteraan serta (mendorong) karir ASN yang berinovasi,” ujar Gubernur yang sering disapa Kang Emil itu.

Kemudian Gubernur Jawa Barat pun mengingatkan bahwa sekarang kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0  dan tugas ASN di era revolusi Industri 4.0 adalah sebagai akselelator. “Jawa Barat ini terlalu luar biasa jika kita diamkan aja bisa bergerak sendiri ya kalo mobil kira kira 70 km/jam, tapi kami menginginkan Jawa Barat ini bergerak tidak hanya bergerak lebih cepat tapi melompat,” tegasnya.

Hal yang terakhir disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat pada acara pembekalan itu adalah sebuah perintah kepada para pejabat esselon II dan esslon III harus bisa menghalau hoax “psikologis masyarakat sekarang itu masyarakat yang informatif, semua orang pegang hand phone, disitu banyak penyebaaran hoax nah tugas bapak ibu sekalian untuk mengalahkan hoax dengan berita berita positif, minimal seminggu satu informasi yang bisa diinfokan,” tegasnya.