Berita

PENGANUGRAHAN TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PRESIDEN RI BAGI PNS AKTIF X, XX, DAN XXX TA

    Dibaca 12499 kali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH : H. ATENG KUSNANDAR ADISAPUTRA, SH., MM

(KEPALA BIDANG KESEJAHTERAAN DAN DISIPLIN, BKD PROV. JAWA BARAT)

               Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada tanggal 15 Agustus 2012, bertempat di Aula Barat Gedung Sate Jl. Dipenogoro No. 22 Bandung, telah menyematkan dan menyerahkan penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI  kepada 100 (seratus) orang PNS aktif X, XX, dan XXX tahun di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

               Sebelum acara penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI berlangsung, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Muhamad Solihin, M.Si, menjelaskan pada tahun 2012 ini sebanyak 1.353 (seribu tiga ratus lima puluh tiga) orang PNS aktif X, XX, dan XXX tahun menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat.

               Selanjunya Dr. H. Muhamad Solihin, M.Si, mengatakan tujuan penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI adalah untuk menumbuhkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

               Selain itu, Dr. H. Muhamad Solihin, M.Si, menjelaskan bagi PNS yang menerima penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI yang tidak diserahkan dan disematkan oleh Bapak Gubernur, akan disematkan dan diserahkan oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat pada tanggal 17 Agustus 2012 berbarengan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 67 tahun.

               Gubernur Jawa Barat, dalam sambutannya mengatakan  pemberian penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI,memiliki arti penting karena selain menjadi kebanggaan tersendiri, juga diharapkan dapat memberikan dorongan dalam memacu semangat kerja, loyalitas, dedikasi,  kedisiplinan dan kesadaran akan tanggungjawab, baik dalam konteks kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,  sehingga akan menjadi  panutan  dan teladan bagi pegawai negeri sipil lainnya dan masyarakat pada umumnya.

               Selanjutnya, Gubernur Jawa Barat, mengharapkan melalui penganugrahan tanda kehormatan satyalancana karya satyaini diharapkan aparat birokrasi akan lebih meningkatkan kinerjanya, hal tersebut sejalan dengan misi saya dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing. dalam memberikan pelayanan publik sesuai dengan tuntutan masyarakat dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government.

               Gubernur Jawa Barat juga mengamanatkandalam upaya pencapaian harapan tersebut, maka seyogyanya aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus pula dibarengi dengan meningkatnya sinergitas, produktivitas dan akuntabilitas manajemen pemerintahandaerah serta meningkatnya kompentensi dan kinerja aparatur yang merupakan inti dari sistem pemerintahan daerah yang diarahkan untuk mengutamakan tingkat pelayanan publik yang prima sehingga apapun bentuk kebutuhan pelayanan kepada masyarakat harus memberikan rasa aman, nyaman, cepat dan tepat.

               Di akhir sambutannya, Gubernur Jawa Barat, menyampaikan pesan, sebagai seorang aparatur dituntut memiliki kemampuan pribadi atau kompetensi dalam hal : (a) concept, artinya seorang aparatur  harus mempunyai kerangka berfikir, visi, misi dan program yang jelas, (b) competence, artinya sebagai aparatur harus mempunyai perpaduan kemampuan knowledge, skill, dan attitude. kemampuan diimplementasikan secara dinamis, sehingga dapat menghasilkan karya yang inovatif dan kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat, serta bersemangat dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, (b) commitment, artinya seorang aparatur itu harus mempunyai tekad dan semangat untuk maju dalam memajukan kepentingan yang sebesar-besarnya untuk masyarakat. commitment  itu tidak sebatas diyakini dan diucapkan dalam lisan saja, tetapi harus diperlihatkan dalam tindakan dan perilaku. hal ini penting, karena masyarakat umumnya lebih senang dengan “bukti” daripada “janji”, (c) consistent, artinya seorang aparatur harus berketetapan hati, “istiqomah”. ia harus fokus dan berorientasi kepada tujuan yang hendak dicapai.

               Gubernur Jawa Barat,  selanjutnya menyampaikan  ucapan “s e l a m a t” kepada para penerima penganugrahan tanda kehormatan satyalancana karya satya, semoga pemberian tanda kehormatan ini dapat memotivasi untuk peningkatan kinerja untuk mendukung visi pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni “terciptanya masyarakat jawa barat yang mandiri, dinamsi dan sejahtera” dan semoga allah swt, melimpahkan taufik dan hidayah untuk kita semua. amin ya robbal alamin.