PENERAPAN MERIT SISTEM DI JAWA BARAT

    Dibaca 2548 kali

Jawa Barat memang bukan main dengan komitmen Ngabretnya, terbukti dengan gerakannya yang cepat dalam hal pembangunan  Sumber Daya Manusia Aparaturnya. Melalui BKD Provinsi Jawa Barat pada hari Kamis 12 September 2019, Jawa Barat dinilai untuk kelayakan memasuki kuadran empat dalam penerapan merit sistem. Hal tersebut merupakan suatu puncak penilain dari berbagai kegiatan serta karya yang diciptakan oleh BKD Provinsi Jawa Barat selama ini. Sejauh ini BKD Provinsi Jawa Barat sudah memiliki modal nilai sebesar 280 dalam penerapan Sistem Merit dan pada Tahun ini BKD Provinsi Jawa Barat memiliki target untuk menacapai nilai 315, dengan hal tersebut diharapkan bisa memasuki kuadaran emapt dalam penerapan sistem merit.

Memang Pemprov Jabar melalui BKD Provinsi Jawa Barat sangat serius memandang pentingnya penerapan merit sistem. Hal tersebut didasari dengan keyakinan bahwa untuk melakukan eksekusi kebijakan yang mutakhir harus dilaksanakan oleh para pegawai yang handal. “SDM di dalam sebuah birokrasi pemerintah merupakan salah satu indikator yang menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu negara. Karena sejauh mana negara mampu untuk mewujudkan segala rencana strategisnya ditentukan oleh kualitas SDM.” Setidaknya hal tersebut lah yang dikatakan Brian Becker dan Berry Berhart dalam bukunya yang bertajuk “The Impact of Human Resource Management on Organizational Performance: Progress and Prospects.” Dan memang hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa negara maju diantaranya Korea selatan dan Singapura.

Saat ini BKD Provinsi Jawa Barat memandang para ASN bukanlah suatu objek dalam pembangunan melainkan hal strategis untuk menggulirkan roda pembangunan, hal ini selaras dengan apa yang di amanatkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Dalam hal dynamic goverment yang semula pola karirnya berdasarkan close-carier system dimana pola karir di tentukan oleh pangkat dan senioritas, akan bergeser pada open-carier system dimana penentuan prosmosi suatu jabatan diorienatsikan pada kompetensi dan Kompetisi ASN itu sendiri.

Bukan hanya dalam hal promosi saja namun BKD Provinsi Jawa Barat sangat berkonsentrasi dalam pembangunan sumber daya manusia aparatur dalam seluruh aspek kepegawaian. Mulai dari proses perencanaan, pengadaan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi dan evaluasi kepegawaian yang kebijakan, ketentuan dan langkah-langkahnya harus memperhatikan ketentuan kualifikasi minimal, standar kompetensi serta kinerja sehingga pada akhirnya terbentuk profesionalitas

Dengan demikian diharpakan pembangunan di Provinsi Jawa Barat semangkin ngabret. Dan BKD Provinsi Jawa Barat siap menjadi garda terdepan untuk Ngabret dalam membagun Jawa Barat