Membuat orang lain menginginkan apa yang Anda inginkan
Aparatur dalam kesehariannya berhadapan dengan tantangan untuk membuat orang lain mengikuti arahan dan pemikiran yang bertujuan untuk lancarnya program pemerintah maupun hal terbaik bagi situasi dan kondisi masayarakat yang sedang dilayani. Membuat orang lain menerima pandangan dan bertindak seperti yang kita inginkan, bukan hal yang mudah. Beragamnya karakteristik Masyarakat dan beragamnya kepentingan membuat arah Tindakan bersilang bahkan berlawanan dengan apa yang digariskan dalam kebijakan Negara. Aparatur Sipil Negara dengan tugas pelayanan publik, pelaksana kebijakan, dan pemersatu NKRI mengantarkan pada tuntutan untuk senantiasa meletakan aspirasi banyak pihak dan penerapan regulasi pada sisi lainnya. Hal ini tentu menempatkan aparatur pada dua sisi yang memerlukan keseimbangan dan keterampilan mempengaruhi serta membujuk orang lain, untuk menyatukan berbagai pandangan dan kepentingan pada satu garis tujuan. Keterampilan dalam mempengaruhi dan membujuk ini dikenal sebagai keterampilan persuasi.
Persuasi merupakan merupakan upaya mencapai tujuan dan membuat orang lain dengan suka rela bertindak searah dengan tujuan kita. Pada beberapa hal, kita cenderung mempersuasi orang lain dengan mudah, karena yang dipengaruhi adalah hal yang tidak berat bahkan menyenangkan bagi orang lain. Pada gilirannya, ketika kita berhadapan dengan hal yang orang lain tidak inginkan, maka persuasi perlu menggunakan nalar rasional dan analisa mendalam, agar orang lain dapat menerima pandangan kita, bahkan mengikuti apa yang kita mau. Di tempat kerja, keterampilan persuasi membuat hubungan atasan bawahan menjadi relasional yang saling mengisi, bawahan bekerja tak merasa atas perintah, namun menyatu pada satu arah tujuan dengan atasannya. Dalam hubungan pertemanan, persuasi dapat menjadi media jitu menghalau pertentangan serta memberi ruang kebersamaan. Dalam kehidupan sehari hari, persuasi menghadirkan situasi harmonis seperti layaknya dalam perjalanan, dengan suka rela kita dikemudikan orang lain.
Bagaimana Cara mempersuasi
• Menyampaikan Terus-menerus
Menyampaikan pandangan dan harapan kita secara terus menerus membuat orang lain secara tidak sadar memiliki keselarasan dan pemahaman yang sama dengan yang kita maksud. Kita semua mengenal orang-orang yang bertujuan membujuk dengan berbicara terus-menerus. Hal ini dilakukan dengan memperpendek rentang analisa individu dalam mengolah informasi, sehingga informasi yang sama dan berulang ulang akan ditangkap sebagai kebenaran yang otomatis disepakati. Cara ini memiliki risiko, dimana jika pandangan atau Tindakan sebagai subjek persuasi mengalami hambatan atau kegagalan, maka kekecewaan yang dialami menjadi lebih dalam dan komitmen akan terganggu.
• Paksaan
Cara memaksa menggunakan kewangan dalam mempersuasi. Cara ini baik dilakukan untuk membangun kebiasaan positif . Pada awalnya individu akan merasakan, apa yang dilakukan bukan hal yang diinginkan. Namun demikian, arahan sebagai suatu ketentuan akan menjadi hal yang diterima sebagai konsekuensi peran.
• Cara yang Lebih Baik
Persuasi tidak langsung adalah cara mempengaruhi dengan menggunakan simbol, sehingga analoogi yang muncul menjadi informasi dan pilihan baru bagi orang lain. Persuasi yang berhasil adalah proses yang terjadi secara tidak disadari oleh orang lain. Informasi dan gambaran dampak situasi yang atas padangan tersebut menjadi upaya membangun makna pada pihak yang diminta untuk setuju.
Hambatan Dalam Persuasi :
- Berpikir bahwa orang lain tidak lebih baik dari Anda
- Membujuk dengan kata kata paksaan, menakut nakuti , mengancam
- Menjelaskan kegagalan dalam mencapai yang anda inginkan
- Terlalu banyak bicara, sehingga kurang waktu untuk mendengarkan pandangan pihak lain
- Memberikan terlalu banyak informasi yang kurang selaras sehingga membingungkan orang lain
- Menggunakan rujukan yang tidak umum
- Menunjukan keputusasaan dan masalah yang sedang dialami
- Menunjukan takut akan penolakan orang lain
- Kurang persiapan dalam isi penuturan
- Membuat asumsi tentang lawan bicara
- Tidak berkomitmen pada janji
- Menunjukan perilaku yang bertentangan dengan ucapan
- Membandingkan lawan bicara dengan orang lain
- Membawa bawa masalah orang lain dalam isi pembicaraan
- Lupa bahwa seluruh isi percakapan adalah hal yang penting
Persuasi yang berhasil
Persuasi yang berhasil memerlukan keseimbangan antara emosioal dengan rasional yang dikemas dalam dialog. Jelaskan dengan sesedikit mungkin mengatakan kepentingan anda secara langsung. Gunakan kata ‘kita’ dan berikan ruang jika memungkinkan, untuk aspirasi yang dimiliki orang lain. Proses membujuk seringkali masuk pada proses pedebatan sehingga akibatnya, persuasi cenderung menyisakan jarak yang menegaskan perbedaan pandangan.
Secara natural, keberhasilan persuasi ditentukan oleh kualitas kejujuran dan ketulusan individu. Tujuan persuasi yang positif, akan menghasilkan kepercayaan dan motivasi membantu pada diri orang lain. Persuasi yang berhasil juga memerlukan kemampuan memahami bagaimana orang lain berpikir dan apa yang menjadi kebutuhan utamanya. Tempatkan diri kita pada posisi orang lain, sehingga kita lebih mudah memahami apa yang sekiranya akan dilakukan jika berada diposisi orang lain. Berikan impresi, dengan menepati janji dan membuktikan apa yang Anda ucapkan.
Persuasi merupakan keterampilan komunikasi yang paling tinggi, dimana kata kata sarat dengan aspirasi dan permohonan agar tujuan tercapai dengan menyertakan tindakan dan dukungan orang lain. Individu dengan keterampilan persuasi yang baik mampu mengatur diri sendiri dan mengenal apa aspirasi yang sebenarnya ingin dicapai. Karena itu, sebelum menerapkan persuasi, perlu berlatih untuk menyampaikan pandangan secara ringkas dan jelas.
Bagi aparatur, persuasi merupakan bentuk membangun hubungan yang harmonis dalam jangka panjang, sekaligus juga memberikan pengalaman dan pemahaman mengatur yang tidak memaksa sehingga Masyarakat maupun pihak lain yang terkait, dapat memberikan dukungan pada ketentuan pemerintah . Keterampilan persuasi bagi Aparatur memerlukan pengetahuan regulasi serta pemahaman akan maksud dari regulasi tersebut. Persuasi pada dasarnya merupakan bukti kekuatan diri dan pikiran yang otentik. Kita tidak dapat memaksa orang lain melakukan hal yang tidak mereka inginkan, namun dengan persuasi yang berhasil dapat membuat orang lain juga menginginkan apa yang kita mau sehingga keragaman yang diselaraskan sesungguhnya memperkaya pencapaian target tujuan kita .



).png)

Link Penting