Bandung, 8 Maret 2025 - Penyalahgunaan narkotika masih menjadi tantangan besar di Jawa Barat. Untuk mengatasi hal ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat terus menguatkan strategi melalui berbagai program edukasi, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, serta pemberantasan.
Menurut Johanes Eko Ariyanto, S.Si, M.Si, APT., Ketua Tim Pencegahan BNN Jabar, terdapat beberapa divisi utama yang bertugas menangani permasalahan narkotika di wilayah ini, di antaranya divisi pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan pemberantasan.
"Pencegahan bukan hanya tugas BNN, ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kami aktif melakukan penyuluhan langsung ke sekolah, kantor, serta masyarakat luas," ujar Johanes.
Salah satu program utama yang saat ini menjadi fokus adalah ‘Desa Bersinar’ (Desa Bersih dari Narkoba) yang melibatkan masyarakat dalam membangun ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika. Selain itu, program Ketahanan Keluarga dan Remaja diterapkan untuk memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak melalui pelatihan yang berkelanjutan.
"Biasanya pangsa pasar narkotika menyasar pelajar dan remaja, karena mereka menjadi target jangka panjang. Oleh sebab itu, keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan," tambahnya.
Untuk menjangkau lebih banyak kalangan, BNN Jabar juga mulai mengadopsi metode digital dalam penyuluhan, seperti pembuatan konten edukatif yang disesuaikan dengan target audiens, baik anak-anak, remaja, maupun mahasiswa.
Selain itu, kerja sama dengan lebih dari 200 perguruan tinggi dalam program ARTIPENA (Aliansi Perguruan Tinggi Anti Narkotika) menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan akademik yang bersih dari narkoba.
BNN Jabar juga menyoroti maraknya penyalahgunaan obat-obatan tertentu di luar narkotika, seperti psikotropika dan obat penenang, serta tanaman yang masih dalam perdebatan legalitasnya seperti keratum dan kecubung.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kami memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat mengenai risiko penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika," tegas Johanes.
Namun, tantangan terbesar dalam upaya ini adalah kurangnya komitmen sebagian pihak dalam mendukung pencegahan narkotika, di mana masih banyak yang beranggapan bahwa masalah ini sepenuhnya merupakan tugas BNN.
Sebagai bagian dari upaya sosialisasi, Podcast “AJIB” hadir sebagai media edukasi yang interaktif, menjembatani komunikasi antara ASN, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pendekatan yang informatif, Podcast “AJIB” berkomitmen untuk memberikan wawasan seputar pencegahan narkotika, pengelolaan sumber daya aparatur, serta berbagai inovasi kebijakan di Jawa Barat.
Episode lengkap “Sinergi BNN Jabar dalam Pencegahan Narkotika dan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan” dapat disimak melalui kanal YouTube BKD Jawa Barat. Mari bersama-sama membangun lingkungan yang lebih sehat dan aman dari ancaman narkoba!
(Humas BKD Jabar)



).png)

Link Penting