images

Dalam podcast AJIB kali ini terdapat kolaborasi baru dengan Dharma Wanita Persatuan  (DWP) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat. Ketua DWP BKD Jabar, Luthfi Erlita, berbagi pandangan dan program inovatif yang telah dan akan dijalankan oleh DWP BKD Provinsi Jawa Barat. DWP BKD Jabar membuktikan diri sebagai organisasi yang mendukung istri ASN, dan juga menjadi penggerak dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, dan penguatan ketahanan sosial.

 

DWP BKD Jabar hadir dengan visi dan misi membina istri ASN dan ASN perempuan melalui tiga bidang utama, yaitu pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Fokus utamanya adalah membangun ketahanan keluarga, yang menurutnya merupakan fondasi penting dalam mendukung kinerja ASN.

 

“Kalau keluarga ASN kuat, maka ASN-nya pun akan kuat dalam bekerja dan melayani,” tutur Erlita.

 

Mengusung semangat “Dari Kita, Untuk Kita”, DWP BKD Jabar merancang empat program prioritas yang inovatif dan menyentuh langsung kebutuhan anggota:

  1. Podcast DWP, wadah berbagi inspirasi dari tiap bidang (pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya). Podcast ini menghadirkan narasumber internal yang kompeten untuk mengangkat beragam topik, sekaligus mengenalkan aktivitas DWP ke publik.
  2. SASA (Sayangi Saudara), Program bulanan berbasis solidaritas internal. Anggota DWP menyisihkan rezeki secara sukarela untuk membantu sesama anggota atau keluarga ASN yang membutuhkan, tanpa mengumpulkan dana secara formal.
  3. MABAR (Main Belajar Rame-Rame), Kegiatan yang memadukan edukasi dan rekreasi. Anggota DWP berkegiatan bersama—dari pelatihan membatik hingga wisata edukatif—sebagai bentuk pembinaan sekaligus memperkuat kebersamaan.
  4. NGANJANG (Kunjungan Keluarga), Program kunjungan ke rumah anggota yang diselingi pelatihan keterampilan seperti membuat produk kuliner atau kerajinan yang bernilai jual, sekaligus menjadi sarana mempererat ikatan kekeluargaan.

 

Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan partisipasi anggota, Ia menekankan pentingnya semangat gotong-royong dan kesadaran kolektif.

 

“Kami menekankan konsep dari kita untuk kita. Tidak ada paksaan, semua berdasarkan kesadaran dan keinginan bersama. Bahkan ASN perempuan pun kini kami libatkan aktif karena potensinya luar biasa,” ujarnya.

 

Hal yang tak kalah penting ialah kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan perlu mendapat akses yang setara dalam pendidikan dan pelatihan, serta dukungan penuh dari lingkungan terdekat.

 

“Mulailah dari keluarga. Perempuan harus diberi kesempatan yang sama dalam pendidikan dan pelatihan. Dukungan dari suami dan lingkungan adalah kunci. Pemerintah juga harus hadir melalui regulasi, pelatihan, dan fasilitas yang ramah perempuan,” jelasnya.

 

Data menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat pendidikan rata-rata lebih rendah dibanding laki-laki dan sering kali menjadi kepala keluarga. Maka, organisasi seperti DWP berperan strategis untuk membekali keterampilan dan wawasan demi mendukung kemandirian dan peran ganda perempuan.

 

Menutup sesi podcast, Erlita menyampaikan harapannya agar DWP BKD Jabar dapat terus menjadi organisasi yang bermanfaat dan produktif.

 

“Kami ingin membuktikan bahwa istri ASN atau ASN perempuan juga punya kontribusi nyata. Kegiatan kami bukan hanya seremonial, tapi membangun. Dari yang kecil, kita mulai hal besar,” tuturnya dengan optimis.

 

Untuk mengetahui informasi lebih mendalam mengenai berbagai program dan peran DWP BKD Jabar, simak episode lengkap Podcast “AJIB” melalui kanal YouTube BKD Jawa Barat.

 

(Tim Humas BKD Jabar)


Share :