Bandung — Podcast AJIB (ASN Jabar Ikut Bicara) kembali menghadirkan episode spesial yang sarat inspirasi. Kali ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKD Jabar menghadirkan sosok inspiratif, Nendentatin Mariati, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Jabar.
Mengawali karirnya sebagai ASN sejak 2012, Nendentatin telah mengabdi di berbagai unit kerja hingga akhirnya menemukan fokus di bidang manajemen SDM di BKD Jabar. Baginya, setiap tugas yang diemban harus dikerjakan dengan totalitas dan ketulusan.
“Dalam melaksanakan pekerjaan, jangan hitung-hitungan waktu. Lakukan dengan hati, sepenuh kerelaan, karena separuh hidup ASN adalah untuk masyarakat,” ungkapnya.
Selain mengemban tugas sebagai pejabat struktural, ia juga mendampingi suami dalam kegiatan PKK dan tetap hadir sebagai ibu di rumah. Nendentatin menekankan pentingnya support system dalam kehidupan modern: dari fasilitas daycare, sekolah full day, hingga komunikasi intensif dengan pasangan.
“Di rumah, keluarga adalah tim. Komunikasi dengan suami jadi kunci, siapa yang jemput anak, siapa yang menyiapkan kebutuhan rumah. Semua harus saling mendukung,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perempuan memiliki fase-fase dalam hidup: saat anak masih balita, prioritas tentu berbeda dengan saat anak sudah mandiri. Fleksibilitas dalam mengatur peran menjadi kunci agar semua berjalan harmonis.
Ia tidak menutup mata bahwa ada masa-masa lelah dan hampir menyerah. Namun, ia mengatasinya dengan self-control, berbagi cerita dengan pasangan, dan mengambil jeda sejenak sebelum kembali bangkit.
“Berhenti sebentar boleh, tapi jangan berhenti selamanya. Kita manusia, bukan robot. Istirahat dulu, lalu lanjutkan,” ujarnya.
Sebagai anggota DWP sekaligus pendamping PKK, Nendentatin menilai wadah ini sangat bermanfaat bagi istri ASN. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan DWP juga memberi bekal penting melalui webinar edukatif tentang kesehatan mental, pengasuhan anak, hingga isu stunting.
“Kegiatan DWP itu bukan hanya seremonial, tapi benar-benar berdampak. Dari sharing session, kami bisa belajar bagaimana mengelola emosi dan membangun keluarga harmonis,” tambahnya.
Menutup perbincangan, Nendentatin berpesan kepada seluruh ASN dan ibu-ibu DWP untuk selalu menjaga komunikasi dan mendukung pasangan dalam setiap peran. Ia juga mengingatkan agar bijak dalam menyaring informasi di media sosial yang kadang justru memicu kesalahpahaman dalam rumah tangga.
“Tidak ada satu pola yang berlaku untuk semua keluarga. Yang terpenting adalah kesepakatan dengan pasangan dan totalitas dalam menjalani peran,” pungkasnya.
Untuk menyimak cerita lengkap Nendentatin Mariati mengenai keseimbangan karir, keluarga, dan peran DWP, saksikan episode penuh Podcast AJIB melalui kanal YouTube BKD Jawa Barat.
(Tim Humas BKD Jabar)



).png)

Link Penting