pegawai dapat dibantu untuk membantu diri mereka sendiri
Tugas pelayanan dan pelaksanaan kebijakan publik sebagi tugas ASN merupakan peran inti para Aparatur, yang menuntut kesiagaan merespon dinamika situasi dan kondisi masyarakat. Aparatur juga tidak terrlepas dari peran sebagai Individu.bBaik peran sebagai orang tua, sebagai anak, bahkan sebagai kakek dan nenek . Ketika kepentingan dua peran bertemu pada satu waktu, atau adanya peristiwa kehidupan disaat tuntutan tugas juga tidak dapat ditunda, atau bahkan beban kerja lebih berat, maka pegawai dituntut memiliki ketahanan kerja yang tinggi dan kesejahteraan mental (wellbeing) yang prima.
Kesejahteraan mental adalah tentang bagaimana individu memiliki perasaan positif tentang diri, pekerjaan dan relasional yang seluruhnya saling terhubung. Pekerjaan dapat menjadi sumber kebahagiaan, karena menjamin pemenuhan kebutuhan sandang, papan, bahkan kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri. Bagi ASN. Pekerjaan juga memiliki fungsi membangun identitas dan peran untuk berkontribusi di masyarakat.
Bagi pegawai, kesejahteraan mental terkait dengan kehidupan kerja dan kehidupan pribadinya. Kesejahteraan mental yang baik, menghasilkan ketahanan kerja yang tinggi. Keduanya dibangun oleh keyakinan individu atas kapasitasnya, hubungan dengan rekan kerja dan keluarga serta dukungan emosional yang diperoleh, dan kepuasan serta prestasi kerja. Kesejahteraan mental bagi pegawai dibangun melalui keseimbangan kehidupan pekerjaan dan kehidupan pegawai dirumah dan lingkungan sosial. Keseimbangan ini berperan besar dalam menghadirkan kinerja kontributif yang optimal bagi tugas membangun negara dan masyarakat. Ketidakseimbangan terjadi manakala terjadi konflik antara waktu dan energi yang dimiliki individu, tidak cukup untuk menjalankan berbagai peran . Pekerjaan adalah tanggung jawab dan peran sebagai orang tua atau anak juga sarat dengan tanggung jawab. Keduanya memerlukan upaya pemenuhan dan penyelesaian dengan konsekuensi yang saling terkait.
Apa penyebab ketidakseimbangan ?
Di rumah : masalah hubungan dengan pasangan – kurangnya dukungan mengurus anak- konflik keluarga- ada keluarga yang sakit – beban tambahan dirumah, peran baru sebagai pasangan atau orang tua
Jika tidak diatasi : Rumah akan menjadi seperti ‘neraka’ dan tempat kerja akan menjadi ‘tempat perang’. Kondisi ini berisiko menjadi faktor penyebab kerusakan mental, fisik, kinerja yang buruk, frustrasi, dan kehidupan yang tidak bahagia.
Kesimbangan kehidupan pekerjaan merujuk pada konsep work life triangle yaitu keseimbangan antara memperhatikan keperluan diri sendiri – merawat hubungan dengan rekan kerja dan menyelesaikan tugas pekerjaan.

Beberapa hal yang dapat mengganggu keseimbangan piramida ini ditempat kerja diantaranya
- nilai diri yang bertentangan dengan karakteristik tugas
- meningkatnya tanggung jawab tugas
- rekan kerja yang tidak harmonis
- terlalu banyak dinas diluar kantor
- tuntutan kerja yang kurang dikuasai
- Kompetisi
- Jam kerja yang tidak beraturan
- Banyaknya ketidapastian
Jika tidak dikelola, keseimbangan ini berpotensi pada gangguan di wilayah kehidupn lainnya seperti
- Dampak pada kondisi fisik
- Kondisi emosiaonal yang reaktif
- Kehidupan percintaan terganggu
- Kehidupan Rohani yang terganggu
- Pertemanan yang penuh intrik
- Kehidupan spiritual yang kurang fokus
- Hobi terganggu
- Rumah kurang terurus
- Keuangan yang kurang dikelola
Karena itu, penting kita memiliki kesadaran diri, apa yang kita sukai dan prioritaskan, pemahaman akan kapasitas dan kapabilitas yang kita miliki, sehingga dapat mengatur apa yang dapat dilakukan, apa yang harus dipelajari agar dapat dilakukan, dan kemana arah pengembangan diri dan karir yang ingin diraih.
Mengapa untuk situasi yang sama, individu memiliki respon yang berbeda ?
Tergantung ketersediaan beberapa aspek dalam diri individu. Aspek dimaksud adalah :
Ketangguhan
Kapasitas untuk beradaptasi, berubah, dan menanggapi tantangan hidup.
Kemauan berkembang
Kemampuan mengambil makna postif dari setiap kejadian di tempat kerja
Keaslian
kemampuan menampilkan identitas diri, citra diri dan harga diri, serta rasa hormat dan martabat
Kebahagiaan
Dinamika emosional positif dan kualitas relasi dalam kehidupan sehari-hari
Bagaimana agar aspek aspek diatas tersedia pada kadar yang cukup untuk menjaga keseimbangan kehidupan bekerja dan kehidupan pribadi ?
- Tingkatkan kesadaran diri, kenali Batasan dan kapasitas serta kondisi yang kita miliki, sesuaikan aspirasi dengan kapasitas dan kondisi yang ada
- Pahami sumber tekanan ditempat kerja, agar dapat direncanakan pengelolaannya
- Berlatih untuk empati pada kepentingan orang lain, dan perlakukan rekan kerja sebagaimana kita ingin diperlakukan
- Beradaptasi dengan situasi yang mengharuskan kita merubah kebiasaan
- Ingat ingat perasaan bahagia, bawa suasana itu pada saat situasi kurang menyenangkan
- Latihan kebugaran fisik. Jangan menunggu sakit, perhatikan sungguh sungguh Kesehatan fisik dan mental
- Cari alasan atau pembelajaran positif dari kesulitan yang ditemui dalam kehidupan dan pekerjaan
Merawat keseimbangan kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi
- Gunakan hak cuti
- Bercerita kepada kawan yang dipercaya untuk keraguan yang anda hadapi
- Berterus terang pada atasan untuk kondisi pekerjaan yang sedang anda hadapi
- Meminta bantuan rekan kerja yang lebih memahami tugas dan pekerjaan anda
- Pisahkan waktu kerja dengan waktu libur
- Tentukan prioritas, apa yang harus diselesaikan lebih dahulu
- Buat rencana pekerjaan, menjadi target capaian yang realistis
- Selesaikan tugas, jangan menunda
- Kenali waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas
- Jangan membawa pekerjaan ke rumah
- Beristirahatlah
- Habiskan waktu bersama keluarga dan teman secara proporsional
- Menjaga pola makan yang sehat
- Cukup tidur
- Lakukan hobi anda, yang terjangkau dan tidak membebani
- Atasi tekanan kerja di tempat kerja dengan menguasai hal baru
- Tahu kapan harus mengatakan tidak
- Gunakan teknologi yang yang dapat membantu pekerjaan
- Ketahuilah bahwa sesuatu hal tidak selalu harus berjalan sempurna
- Hadir dikala tugas memerlukan keahlian anda
- Latih konsistensi pada suatu nilai sikap yang baik
- Buat arsip pekerjaan agar apa yang dilakukan akuntabel dan mudah ditelusuri
- Bersikaplah fleksibel pada keragaman individu lain
- Tetapkan batasan, sesuai norma agama dan sosial budaya
- Tetap terhubung secara sosial, menghadiri undangan, mengontak kawan lama, menghabiskan waktu di komunitas
- Berlatih untuk fokus, saat ada interupsi, dibutuhkan rata-rata 20 menit untuk kembali ke tugas sebelumnya
- Hentikan aktivitas yang menghabiskan terlalu banyak waktu atau energi: Apakah semua aktivitas kita menambah nilai bagi kehidupan kita dan orang lain? Misalnya, menghabiskan waktu mendengarkan gosip membutuhkan energi dan berdampak pada sikap kita.
- Mengelola waktu online: Kadang-kadang kita terjebak dalam terus-menerus memeriksa dan menanggapi media sosial online baik selama waktu kerja maupun pribadi kita.
Belajar mengatakan "tidak"
Pernahkah ketika Anda tidak dapat mengatakan 'Tidak', tetapi jika dipikir-pikir, seharusnya anda menolak ? Keseimbangan kehidupan kerja berarti mengatakan "tidak" dan mengomunikasikan batasan dan batasan kita dengan jelas.
Mengatakan tidak pada satu hal membuka pintu untuk mengatakan ya pada hal lain”
Apa yang menyebabkan ketidakmampuan ini?
- Menghormati senior
- Takut
- Tidak ingin merusak hubungan
- Untuk mendapatkan pengakuan
- Menganggapnya sebagai tantangan
- Untuk mendaptkan imbalan di lain waktu
Kapan untuk tidak mengatakan tidak
- Situasi darurat
- Kepentingan organisasi
- Tidak mau konflik
- Menjaga hubungan penting
- Permintaan tidak melanggar norma
- Menjembatani sesuatu
Bagaimanapun, benturan peran, perintah, tuntutan pekerjaan tidak dapat ditolak. Keberartian sebagai pegawai tampak pada kesiapan menyelesaikan tugas dan menjamin kinerja organisasi yang memuaskan pengguna layanan. Banyaknya tugas menjadi urutan aktivitas yang “mengantri” untuk diselesaikan . Salah satu Upaya mengatasi adalah dengan berlatih menetukan prioritas, dengan menggunakan matrik dibawah ini.
MATRIKS PRIORITAS

Keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi pada akhirnya adalah tentang pengendalian dan pengaturan diri. Pahami, tidak ada orang yang sempurna, jadi tidak ada yang bisa melakukan segalanya. Jika Anda bisa, lakukan dan kejar target prestasi, jika tidak, kompromi dengan kondisi yang dimiliki saat ini. Berikan kepercayaan kepada orang lain, jauhkan dari pikiran yang buruk serta perasaan yang terlalu kuatir. Sehingga, kita bisa fokus pada apa yang bisa dilakukan, dan segera melihat hasilnya dari apa yang sudah kita lakukan.
Menjaga kesimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi bagi para ASN berarti melatih kesediaan untuk memberi ruang pada sejawat, memberikan waktu untuk komunitas, dan merawat ketahanan keluarga sebagai pondasi bagi ketenangan mengabdi dan pembangunan masa depan bangsa yang unggul, dari rumah.



).png)

Link Penting