images

Bandung, 2 Oktober 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan arahan kepegawaian dalam skala besar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan bertajuk “Abdi Nagri Menyulam Hari” yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Kamis (2/10).

 

Acara ini dihadiri lebih dari 3.000 Pejabat Struktural dan Fungsional Pemprov Jawa Barat. Momentum tersebut menjadi istimewa karena merupakan pertemuan langsung atau apel pertama yang dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi sejak delapan bulan menjabat.

 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Dedi Supandi, serta dilanjutkan dengan penayangan video dari berbagai perangkat daerah yang menampilkan capaian dan kinerja sepanjang tahun 2025.

 

Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kebersamaan dan kesatuan visi seluruh ASN Pemprov Jabar.

 

“Semuanya kelihatannya memiliki visi yang sama, semangat yang sama,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti tantangan besar terkait pengelolaan keuangan daerah akibat berkurangnya dana transfer pusat ke provinsi sebesar Rp2,4 triliun pada tahun 2026. Kondisi ini, menurutnya, mengharuskan Pemprov Jabar mengetatkan pengeluaran serta mengoptimalkan manajemen keuangan tanpa mengurangi kualitas layanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

 

“Di tengah tuntutan efisiensi, ASN harus tetap bekerja maksimal, produktif, dan selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meluncurkan program “Poe Ibu”, yaitu gerakan ASN menabung Rp1.000 setiap hari. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu berbagai persoalan sosial di Jawa Barat, sebagai bentuk nyata kepedulian ASN terhadap masyarakat.

 

Kegiatan Abdi Nagri Menyulam Hari  menjadi momentum penguatan komitmen ASN Jawa Barat untuk menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan kinerja, serta menghadapi tantangan ke depan dengan penuh optimisme. Dengan arahan Gubernur Dedi Mulyadi, diharapkan seluruh ASN Pemprov Jabar mampu menjadi penggerak utama pelayanan publik yang lebih baik, berdaya, dan berdampak bagi masyarakat untuk menjadi Jawa Barat Istimewa.

 

(Tim Humas BKD Jabar)


Share :