Bandung, 27 Oktober – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pemprov Jabar menggelar sosialisasi mengenai dua instrumen kebijakan: Mekanisme Pemilihan "ASN Pangedulan" dan Skema Kerja dari Rumah (Work From Home/WFH). Langkah strategis ini merupakan komitmen nyata Pemprov Jabar untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, kompeten, dan melayani, sekaligus menjawab tantangan efisiensi anggaran daerah.
Instrumen pertama yang disoroti adalah program "ASN Pangedulan". Istilah ini merujuk pada program pendampingan khusus yang dirancang bagi ASN yang memerlukan perhatian dan pembinaan intensif untuk mendongkrak performa serta disiplin mereka. Program ini merupakan bagian dari upaya transformasi mendasar dalam sistem punishment ASN.
Pendekatan baru ini berfokus pada keseimbangan antara efek jera (punishment) dan pembinaan (coaching). Tujuannya adalah agar penegakan disiplin tidak hanya memberikan sanksi, tetapi juga secara aktif membangun karakter ASN yang lebih berintegritas dan profesional. Dengan adanya program ini, ASN yang kinerjanya kurang akan didampingi secara khusus agar dapat kembali produktif, alih-alih langsung dikenai sanksi berat tanpa upaya pembinaan.
Poin kedua yang menjadi fokus sosialisasi adalah penerapan Skema Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan langkah yang diambil Pemprov Jabar untuk mencapai efisiensi anggaran daerah sambil tetap menjamin produktivitas dan pelayanan prima kepada masyarakat.
Penerapan WFH ini juga menjadi dorongan signifikan menuju transformasi digital ASN. Dengan skema kerja yang lebih fleksibel, diharapkan pekerjaan dapat tetap produktif dan hasilnya terukur meskipun tidak selalu dilakukan dari kantor. Dalam uji coba yang akan segera dilaksanakan di bulan November, Pemprov Jabar menargetkan penghematan pada biaya operasional seperti listrik, air, dan pemeliharaan gedung.
Sesi sosialisasi dibuka oleh Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supandi dan ditutup dengan diskusi interaktif yang melibatkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Barat. Forum ini menjadi wadah penting untuk mendapatkan masukan langsung dari para pimpinan di lapangan. Tujuan diskusi ini adalah untuk merumuskan skema terbaik dan paling efektif dalam pelaksanaan kedua kebijakan tersebut, khususnya dalam memastikan bahwa layanan publik tidak terganggu dan pengawasan kinerja tetap optimal selama periode WFH.
Melalui sinergi program "ASN Pangedulan" dan skema WFH, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, demi pelayanan publik yang semakin baik.
(TIM HUMAS BKD JABAR)



).png)

Link Penting