images

Bandung – Kota Bandung kembali menjadi sorotan internasional melalui penyelenggaraan Asia Afrika Festival 2025 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung. Festival ini lahir dari semangat sejarah Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 dan telah menjadi agenda rutin sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015.

 

Mengusung tema “New Generation of Asia Africa Spirit”, festival ini bertujuan mewariskan nilai solidaritas dan sejarah Konferensi Asia-Afrika kepada generasi muda, khususnya generasi Z dan Alpha. Berbagai delegasi daerah, negara sahabat Asia-Afrika, serta komunitas budaya turut berpartisipasi dalam rangkaian acara yang berlangsung pada 16–19 Oktober 2025.

 

Festival ini terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya Asia Africa Youth Forum yang diikuti pemuda dari 30 negara, Asia Afrika Symposium, karnaval budaya Asia Africa Festival, serta Asia Africa Corner yang menampilkan UMKM Kota Bandung dari sektor kuliner, fashion, dan produk kreatif.

 

Antusiasme masyarakat terhadap festival ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 34.000 pengunjung pada hari pertama dan 28.000 pengunjung di hari kedua, dengan total mencapai 62.000 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif dengan perputaran mencapai Rp 80–100 miliar, serta tingkat okupansi hotel di sekitar lokasi acara mencapai lebih dari 95%.

 

Selain itu, penyediaan water refill station menjadi salah satu inovasi ramah lingkungan yang diapresiasi karena mampu mengurangi penggunaan air minum kemasan.

 

Sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke-215, festival ini turut diramaikan oleh Sumirat Bandung City Light Carnival, sebuah parade malam hari yang menampilkan 60 miniatur bangunan cagar budaya melalui rute sepanjang 3,9 kilometer.

 

Dengan melibatkan 1.500 talent dan dukungan relawan dari berbagai latar belakang, festival ini mengangkat dua kata kunci utama: harmoni dan kolaborasi. Tak hanya menjadi hiburan, Asia Africa Festival juga memperkuat identitas Bandung sebagai kota sejarah, budaya, dan persahabatan dunia.

 

(TIM HUMAS BKD JABAR)


Share :