images

Bandung — Dharma Wanita Persatuan BKD Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan sosok inspiratif melalui sesi Ajib ASN Jabar Ikut Bicara. Kali ini, giliran Eva Fandora, S.T., M.T., Sekretaris DP3AKB sekaligus penulis dengan nama pena Pandora E., yang berbagi cerita mengenai perjalanan menulisnya.

 

Dalam perbincangan tersebut, Ibu Eva menceritakan bahwa minat menulisnya berangkat dari pengalaman nyata yang ditemui selama bertugas. Ia melihat dua sisi kehidupan perempuan di lapangan: yang kuat dan berhasil bangkit, serta yang masih menghadapi ketidakadilan dan kekerasan.

 

“Dari situ saya merasa banyak cerita yang perlu disuarakan. Dan menulis menjadi salah satu cara untuk memberi ruang pada suara-suara itu,” ungkapnya.

 

Perjalanannya dalam dunia kepenulisan dimulai melalui novel “Di Balik Tirai Mimpi”, yang kemudian membuka jalan menuju karya-karya berikutnya. Hingga kini, ia telah menghasilkan enam novel fiksi dan sedang mengembangkan buku nonfiksi bertajuk “ASN Menulis, Why Not?”— sebuah ajakan bagi para ASN untuk mulai menulis dan membangun literasi. Meski memiliki kesibukan sebagai pejabat dinas, Ibu Eva menegaskan bahwa menulis bukan perkara waktu, melainkan kemauan. Ia membiasakan diri untuk menulis 30 menit setiap pagi, memanfaatkan waktu kosong, dan menetapkan target agar tetap konsisten.

 

“Mulai saja dari yang dipahami. Jangan menunggu sempurna. Yang penting dulu itu menulis, revisi belakangan,” tuturnya sambil tersenyum.

 

Dalam sesi tersebut, Ibu Eva juga berbagi tahapan menulis sederhana: menentukan ide, membuat mind map, menulis bebas tanpa mengedit, lalu menyusun ulang dan merevisi. Ia menyebutkan bahwa kebiasaan mengedit saat menulis adalah salah satu penghambat kreativitas.

Lebih dari sekadar hobi, baginya menulis adalah ruang berekspresi, refleksi, dan kontribusi bagi masyarakat. Ia berharap semakin banyak perempuan dan ASN yang berani bercerita, berbagi pengalaman, serta membangun budaya literasi.

 

“Yang terpenting adalah eksekusi. Jangan kebanyakan alasan. Mulai tulis hari ini,” tegasnya.

 

Perjalanan Ibu Eva menjadi pengingat bahwa siapapun dapat menulis—tidak peduli profesi atau kesibukan. Yang dibutuhkan hanya keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk melanjutkan. Masih banyak insight menarik mengenai perempuan, literasi, dan kreativitas dalam dunia ASN. Saksikan perbincangan lengkapnya melalui AJIB Podcast — Akang Teteh ASN Jabar Ikut Bicara di kanal YouTube BKD Provinsi Jawa Barat.

 

(TIM HUMAS BKD JABAR)


Share :