ANALIS KEPEGAWAIAN HARUS ADAPTIF

    Dibaca 459 kali

 

Isu Revolusi Industri 4.0 bukanlah sekedar isapan jempol belaka, melainkan hal tersebut sudah merupakan suatu keniscayaan yang sudah berada di depan mata. Teringat dengan apa yang dikatakan oleh Sang Proklamator Republik Indonesia yaitu Ir. Sukarno pernah berkata “barang siapa yang tidak mengikuti arus sejarah, maka akan tergilas oleh sejarah itu sendiri,” dan hal tersebut juga sejalan dengan teori evolusi biologi Darwin yang menekankan kepada eksistensi, barang siapa yang tidak bisa beradapatasi maka tidak akan bisa bertahan hidup.

 

Berangkat dari kondisi tersebut BKD provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam melainkan terus menari mengikuti irama gelombang perubahan bahkan bergerak seNgabret mungkin untuk memenuhi kebutuhan sejarah, guna terus mempertahankan eksistensi dan reformasi dalam tubuh birokrasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  Wujud dari keseriusan tersebut direalisasikan kedalam seuatu kegiatan workshop untuk jabatan analis kepegawaian di Lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat  dengan tajuk Peran Analis Kepegawaian dalam Pengelolaan Manajemen Kepegawaian berbasis Teknologi di era Industri 4.0.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Maret 2019 bertempat di Hotel Grage Sangkan, Kuningan. Workshop ini diikuti oleh emput puluh Analis kepegawaian dari Perangkat Daerah dan Kabupaten/kota di lingkup Provinsi Jawa Barat. Dengan diisi oleh para narasumber yang bermutu serta kredibel yang terdiri dari Kanreg Wilayah III BKN, Utusan Narasumber dari INKA, Puspinjak, para Analis Kepegawaian Senior, dan turut serta juga para akademisi dari Universitas Padjadjaran, di harapkan para narasumber bisa berbagi ilmu serta informasi yang berimbas pada percepatan inovasi di setiap para analis kepegawaian dilingkup Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat Bapak Dr. Ir. H. Yerry Yanuar, MM  membuka langsung acara tersebut, bukan hanya membuka saja namun beliau juga memberikan pembekalan untuk para peserta workshop. Dalam kesempatan tersebut beliau menitik beratkan kepada produktivitas daripada para Analis Kepegawaian, artinya para Analis Kepegawaian jangan terjebak kedalam kegiatan rutinitas , “Analis Kepegawaian harus produktif menghasilkan kajian-kajian terobosan sebagai bahan rekomendasi regulasi untuk memenuhi kebutuhan zaman, selain itu juga (para Analis Kepegawaian) harus punya goals bagaimana sosok ASN yang dibutuhkan untuk mengisi Revolusi 4.0,” ujarnya.

 

Beliaupun mengingatkan bahwa untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 para Analis Kepegawaian harus berkontribusi terhadap  perbaikan birokrasi “ASN harus adaptif terhadap perubahan generasi, untuk itu kita harus bergerak menggulirkan Shifting Bureaucracy untuk menciptakan birokrasi gen. 3 yaitu birokrasi yang dinamis dan berorientasi pada hasil, jadi orientasinya dulu ditentukan kemudian regulasinya menyusul (dibuat),” tegasnya.

 

Dengan diadakannya kegiatan workshop ini Kepala BKD Provinsi Jawa Barat berharap bahwa para Analis Kepegawaian bisa menciptakan Analisa sosok ASN Juara yaitu ASN yang mengisi briokrasi Gen. 3 yang melayani masyarakat dan mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Bathin secara akseleratif.